Ini Dia Investor Kakap di Balik Proyek Raksasa Dekat IKN

Presiden Jokowi meresmikan tanda dimulainya Ground Breaking Kawasan Industri Hijau di Kec Palas, Kab Bulungan, Kaltara (21/2/21) . (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Indonesia memiliki sebuah proyek raksasa dengan perkiraan nilai investasi jumbo yakni mencapai US$ 132 miliar atau sekitar Rp 2.000 triliun (asumsi kurs Rp 15.000 per US$).

Proyek raksasa ini berupa Kawasan Industri Hijau yang dikelola PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) di Tanah Kuning-Mangkupadi di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Adapun luas lahannya mencapai 13 ribu hektare (Ha).

Kawasan industri ini lokasinya berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Panajam Paser, Kalimantan Timur. Bahkan, dikabarkan “hanya” berjarak 185 kilo meter (km) dari IKN.

Lantas, siapa kah investor di balik proyek raksasa terbaru era Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini?

Terungkap, salah satu investor besar di KIPI ini yaitu PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), grup Adaro, yang tak lain dimiliki oleh Edwin Soeryadjaya dan dipimpin oleh Garibaldi ‘Boy’ Thohir.

Hal ini terungkap saat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan peninjauan perkembangan pembangunan proyek di KIPI, salah satunya yakni proyek smelter aluminium terbesar di Indonesia milik PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) yang berlokasi di dalam KIPI, Tanah Kuning, Kalimantan Utara, Selasa (28/02/2023).

PT Kalimantan Aluminium Industry merupakan anak perusahaan grup PT Adaro Minerals Indonesia Tbk.

Usai meninjau pembangunan proyek di kawasan industri KIPI tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kawasan industri ini nantinya dipersiapkan untuk pembangunan industri baterai kendaraan listrik.

“Ya, ini kawasan Industrial Park Indonesia yang semuanya seluas 13 ribu hektare, yang nantinya ini dipersiapkan untuk pembangunan industri EV battery, yang pertama. Yang kedua, untuk pembangunan petrokimia, petrochemical. Kemudian yang ketiga, untuk pembangunan industri aluminium. Yang semuanya kita harapkan nanti didukung oleh energi hijau, oleh renewable energy, oleh hydropower dari Sungai Mentarang, Sungai Kayan di Kalimantan Utara,” ungkap Jokowi, seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Selasa (28/02/2023).

“Dan memang perlu transisi, ada transisinya, tidak langsung ke energi hijau, tapi ada transisinya. Tetapi, kita harapkan dengan kekuatan kompetitif seperti itu, energinya hijau, kemudian barang-barang produk yang dihasilkan juga produk-produk hijau. Inilah yang akan menjadi kekuatan Kawasan Industrial Park Indonesia di Kalimantan Utara.”

“Ini adalah green industrial park yang terbesar di dunia dan inilah masa depan Indonesia, masa depan Indonesia ada di sini. Kalau ini terealisasi dengan baik, semuanya pasti akan berbondong-bondong ke sini, industri apa pun yang berkaitan dengan green product pasti akan menengok ke kawasan ini.”

“Dan, progres ini akan saya ikuti terus perkembangannya dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, sehingga betul-betul tidak meleset dari schedule yang telah kita tentukan. Saya kira kalau melihat lapangan, kelihatannya saya tadi tanya di lapangan tidak ada masalah. Perizinan semuanya sudah komplet, sudah siap ya,” tandasnya.

Lantas, siapa kah investor di balik proyek raksasa terbaru era Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini?

Terungkap, salah satu investor besar di KIPI ini yaitu PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), grup Adaro, yang tak lain dimiliki oleh Edwin Soeryadjaya dan dipimpin oleh Garibaldi ‘Boy’ Thohir.

Hal ini terungkap saat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan peninjauan perkembangan pembangunan proyek di KIPI, salah satunya yakni proyek smelter aluminium terbesar di Indonesia milik PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) yang berlokasi di dalam KIPI, Tanah Kuning, Kalimantan Utara, Selasa (28/02/2023).

PT Kalimantan Aluminium Industry merupakan anak perusahaan grup PT Adaro Minerals Indonesia Tbk.

Usai meninjau pembangunan proyek di kawasan industri KIPI tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kawasan industri ini nantinya dipersiapkan untuk pembangunan industri baterai kendaraan listrik.

“Ya, ini kawasan Industrial Park Indonesia yang semuanya seluas 13 ribu hektare, yang nantinya ini dipersiapkan untuk pembangunan industri EV battery, yang pertama. Yang kedua, untuk pembangunan petrokimia, petrochemical. Kemudian yang ketiga, untuk pembangunan industri aluminium. Yang semuanya kita harapkan nanti didukung oleh energi hijau, oleh renewable energy, oleh hydropower dari Sungai Mentarang, Sungai Kayan di Kalimantan Utara,” ungkap Jokowi, seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Selasa (28/02/2023).

“Dan memang perlu transisi, ada transisinya, tidak langsung ke energi hijau, tapi ada transisinya. Tetapi, kita harapkan dengan kekuatan kompetitif seperti itu, energinya hijau, kemudian barang-barang produk yang dihasilkan juga produk-produk hijau. Inilah yang akan menjadi kekuatan Kawasan Industrial Park Indonesia di Kalimantan Utara.”

“Ini adalah green industrial park yang terbesar di dunia dan inilah masa depan Indonesia, masa depan Indonesia ada di sini. Kalau ini terealisasi dengan baik, semuanya pasti akan berbondong-bondong ke sini, industri apa pun yang berkaitan dengan green product pasti akan menengok ke kawasan ini.”

“Dan, progres ini akan saya ikuti terus perkembangannya dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, sehingga betul-betul tidak meleset dari schedule yang telah kita tentukan. Saya kira kalau melihat lapangan, kelihatannya saya tadi tanya di lapangan tidak ada masalah. Perizinan semuanya sudah komplet, sudah siap ya,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*