Bumi Hujan Amaterasu, Ahli Astronomi Bingung Dari Mana Asalnya

Bumi Hujan Amaterasu, Ahli Astronomi Bingung Dari Mana Asalnya

Ilustrasi Bumi (Pixabay)

Para ahli astronomi dibuat bingung dengan fenomena partikel bernama Amaterasu yang turun menghujani Bumi.

Pasalnya Amaterasu datang dari ruang kosong Local Void yang berbatasan langsung dengan galaksi Bima Sakti.

Diketahui bahwa Amaterasu merupakan salah satu sinar kosmis dengan energi tinggi yang pernah terdeteksi.

“Menelusuri lintasannya hingga ke sumbernya dan tidak ada energi yang cukup tinggi untuk menghasilkannya. Itu misterinya, apa yang sebenarnya terjadi?,” kata salah satu penulis dari Universitas Utah, John Matthews, dikutip dari The Guardian, Rabu (7/2/2024).

Soal lintasan dari tempat yang kosong, para peneliti berpendapat kemungkinan menunjukkan defleksi magnet yang jauh lebih besar, sumber tak dikenal di Local Void, atau pemahaman yang tidak lengkap mengenai fisika partikel berenergi tinggi.

Partikel Amaterasu sendiri memiliki energi lebih dari 240 exa-electron vold (Eev). Totalnya lebih banyak dibandingkan partikel terkuat yang pernah dibuat di Large Hadron Collider.

Energi itu, The Guardian mencatat sama seperti energi bola golf yang melaju dengan kecepatan 95 mph. Amaterasu berada di urutan kedua setelah partikel Oh-My-God dengan kekuatan mencapai 320 Eev.

Matthews bahkan mengatakan tidak ada yang bisa mengalahkan energi dari partikel itu. “Anda perlu energi dalam jumlah besar, medan magnet sangat tinggi agar bisa membatasi partikel saat dipercepat,” jelasnya.

Tingginya energi partikel ini bahkan sempat membuat profesor Osaka Metropolitan University di Jepang, Toshihiro Fujii berpikir ada kesalahan. Karena mereka belum pernah menemukan energi sebesar itu.

“Saat pertama kali menemukan sinar kosmik berenergi sangat tinggi, saya pikir pasti ada kesalahan. Karena menunjukkan tingkat energi yang belum pernah terjadi sebelumnya selama tiga dekade.” kata dia.

kas138

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*