7 Update Timur Tengah: Proposal Damai Hamas-Serangan Houthi

7 Update Timur Tengah: Proposal Damai Hamas-Serangan Houthi

Gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman merilis video pada Sabtu (3/2/2024) yang menunjukkan para pejuang melakukan latihan militer melawan sasaran-sasaran tiruan Israel. (Tangkapan Layar Video Reuters/HOUTHI MEDIA CENTER)

Wilayah Timur Tengah memanas. Ini diawali serangan milisi Gaza, Hamas, ke Israel pada 7 Oktober lalu yang memicu pembalasan dendam dengan membabi buta oleh Tel Aviv ke wilayah kantong Palestina itu.

Israel berdalih serangan baliknya hanya untuk menghancurkan Hamas. Namun korban jiwa dari warga sipil cukup banyak, mencapai hingga melebihi 27 ribu jiwa.

Ini kemudian memicu reaksi dari sekutu Hamas di wilayah Timur Tengah untuk melakukan serangan kepada Israel dan sekutunya. Hampir rata-rata mitra Hamas merupakan milisi yang didukung oleh Iran.

Berikut perkembangan Timur Tengah terbaru sebagaimana diringkas CNBC Indonesia dari berbagai sumber, Rabu (7/2/2024):

1. Proposal damai Hamas.

CNN telah https://slots-kas138.space/ memperoleh salinan tanggapan Hamas terhadap usulan Israel untuk melakukan gencatan senjata dan pengiriman bantuan kemanusiaan sebagai imbalan atas pembebasan sandera yang ditahan di Gaza. Dokumen itu telah dikonfirmasi oleh Muhammad Nazzal, seorang pejabat senior Hamas.

Isinya menjelaskan perdamaian dengan tiga tahapan. Tahap pertama berisi termasuk pembebasan sandera Israel, termasuk perempuan dan anak-anak (di bawah 19 tahun) yang tidak terdaftar, serta orang tua dan orang sakit, dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina.

“Hal ini juga mencakup “mengintensifkan bantuan kemanusiaan, merelokasi pasukan di luar daerah berpenduduk, memungkinkan dimulainya pekerjaan rekonstruksi rumah sakit, rumah, dan fasilitas di seluruh wilayah Jalur Gaza, dan memungkinkan PBB dan badan-badannya untuk memberikan layanan kemanusiaan,” ujar Hamas.

“Fase pertama juga akan mencakup penghentian sementara operasi militer dan pengintaian udara, dan penarikan pasukan Israel dari daerah berpenduduk di Jalur Gaza agar sejajar dengan garis pemisah, guna memfasilitasi pertukaran tahanan.”

Fase kedua kemudian membicarakan penyelesaian pembicaraan (tidak langsung) mengenai persyaratan yang diperlukan untuk kelanjutan saling penghentian operasi militer dan kembalinya keadaan tenang sepenuhnya.

“Fase ini bertujuan untuk membebaskan semua sandera laki-laki yang ditahan di Gaza (warga sipil dan tamtama) “dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina, melanjutkan langkah-langkah kemanusiaan pada fase pertama, penarikan pasukan Israel di luar perbatasan seluruh wilayah Gaza,” jelas Hamas.

Kemudian, fase ketiga bertujuan “untuk bertukar jenazah dan jenazah kedua belah pihak setelah mereka tiba dan diidentifikasi,” sementara bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi terus berlanjut.

Terakhir, Hamas mengusulkan agar penjamin perjanjian tersebut adalah Mesir, Qatar, Turki, Rusia dan PBB. Amerika Serikat (AS) tidak termasuk di antara penjaminnya.

2. Utusan Biden kunjungi Israel.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken berada di Israel pada hari Rabu untuk bertemu dengan pejabat penting pemerintah guna mendesak “jeda kemanusiaan”. Ini terjadi ketika tekanan internasional dan domestik di AS meningkat untuk mengakhiri konflik di Gaza.

Kunjungannya ke Israel muncul ketika Hamas telah menanggapi proposal yang dimaksudkan untuk menjamin kebebasan sandera yang tersisa yang ditahan oleh kelompok teroris tersebut dan penghentian pertempuran di Gaza secara berkelanjutan.

Blinken diperkirakan akan bertemu, seperti yang ia lakukan pada kunjungan sebelumnya ke Israel, dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan para pejabat tinggi di kabinet perang Israel. Dalam pertemuan tersebut, Blinken diperkirakan akan fokus mendorong Israel menuju “jeda kemanusiaan,” sebagaimana disebut oleh pemerintahan Biden.

Percakapan tersebut diperkirakan tidak akan mudah. Netanyahu pada hari Senin kembali menolak gagasan gencatan senjata, dengan mengatakan serangan akan terus berlanjut sampai kepemimpinan Hamas terbunuh.

3. Houthi menggila, hantam kapal di Laut Merah.

Militan Houthi yang didukung Iran pada hari Selasa menembakkan enam rudal balistik anti-kapal dari Yaman ke arah kapal komersial, kata Komando Pusat AS.

Satu rudal meledak di Teluk Aden dekat MV Star Nasia, menyebabkan kerusakan kecil pada kapal induk Yunani berbendera Pulau Marshall, kata CENTCOM. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

“Serangan rudal Houthi lainnya kemungkinan menargetkan MV Morning Tide, sebuah kapal kargo milik Inggris berbendera Barbados yang beroperasi di Laut Merah bagian Selatan, berdampak pada perairan di dekat kapal tersebut tanpa efek apa pun,” kata CENTCOM.

Dalam sebuah pernyataan hari Selasa, juru bicara Houthi bersumpah bahwa para militan akan meningkatkan serangan mereka terhadap kapal-kapal AS dan Inggris jika perang Israel di Gaza tidak berhenti.

4. Niatan Saudi normalisasi dengan Israel.

Arab Saudi dilaporkan memiliki minat untuk melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Anthony Blinken, saat bertemu Putra Mahkota Saudi, Mohammed Bin Salman (MBS), Senin (5/2/2024).
Blinken menggambarkan bahwa dalam pertemuannya dengan MBS, Arab Saudi disebut masih memiliki “kepentingan kuat” untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Namun Riyadh menegaskan ini dapat terjadi bila ada jalan Palestina merdeka.

“Perang di Gaza harus diakhiri dan harus ada jalan yang jelas, kredibel, dan terikat waktu menuju pembentukan negara Palestina,” papar Blinken menggambarkan pertemuannya dengan MBS dikutip CNN International.

Keterangan ini juga diperkuat oleh pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Saudi pada Rabu. Negeri Raja Salman itu kembali menebalkan komitmennya bahwa tidak ada hubungan diplomatik dengan Israel tanpa pembentukan negara Palestina merdeka.

“Kerajaan telah mengkomunikasikan posisi tegasnya kepada pemerintah AS bahwa tidak akan ada hubungan diplomatik dengan Israel kecuali negara Palestina merdeka diakui di perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” kata Kementerian Luar Negeri Saudi dalam sebuah pernyataan.

“Syarat lainnya adalah agresi Israel di Jalur Gaza terhenti dan semua pasukan pendudukan Israel mundur dari Jalur Gaza.”

Sejak perang di Gaza pecah, Arab Saudi terus menyuarakan penentangannya terhadap aksi militer Israel di kantong Palestina itu. Negara Dua Kota Suci itu juga menambahkan menolak segala bentuk upaya Israel dalam mengusir warga Gaza dari tanah kelahirannya ke wilayah lain.

5. Hizbullah mengklaim serangan terhadap pasukan Israel.

Kelompok milisi Lebanon, Hizbullah, mengatakan mereka menargetkan dua pangkalan Israel hari ini di kawasan Peternakan Shebaa yang disengketakan, yang diklaim Lebanon sebagai miliknya.

Hizbullah juga mengatakan pihaknya melancarkan serangan roket terhadap posisi tentara Israel di Yiftah di sisi timur perbatasan Lebanon-Israel.

6. Arab marah besar ke AS.

Duta Besar Aljazair untuk PBB Amar Bendjama, perwakilan Arab di dewan tersebut, mengecam langkah AS yang menyerang beberapa titik di Irak dan Suriah. Ia mengatakan serangan udara AS kemungkinan akan semakin memperburuk situasi yang sudah genting di Timur Tengah.

“Hal ini berpotensi mengarah pada eskalasi lebih lanjut. Kami sangat yakin bahwa kekerasan bukanlah dan tidak akan pernah menjadi sarana perdamaian dan stabilitas,” kata Bendjama.

AS sendiri saat ini telah memperkuat postur militernya di Timur Tengah. Tercatat, Pentagon memindahkan sekitar 1.200 anggota militer AS ke dalam kelompok penyerang kapal induk Angkatan Laut dan Unit Ekspedisi Marinir yang beranggotakan sekitar 2.000 orang ke Dunia Arab.

Perkuatan postur militer ini terjadi setelah situasi di Timur Tengah baru-baru ini memanas pasca pecahnya perang antara Israel dan milisi Gaza Palestina, Hamas. Ini membuat AS, selaku sekutu Israel, dan Iran, yang menyokong Hamas bersama proksinya yang lain, turun tangan.

Di beberapa tempat, termasuk Irak dan Suriah, kehadiran militer AS melebihi kehadiran Iran dan sekutunya. Lokasi ini pun akhirnya menjadi ladang pertempuran antara milisi pro-Teheran dan Washington.

Wakil Duta Besar AS Robert Wood mengatakan bahwa sejak 18 Oktober, kelompok milisi yang berpihak pada Iran telah menyerang pasukan AS dan koalisi lebih dari 165 kali di Irak, Suriah, dan dalam serangan pesawat tak berawak terhadap fasilitas AS di Yordania.

“AS tidak ingin terjadi lebih banyak konflik di wilayah di mana mereka secara aktif berupaya untuk menahan dan meredakan konflik di Gaza,” kata Wood.

“Dan kami tidak bermaksud melakukan konflik langsung dengan Iran. Tetapi kami akan terus membela personel kami dari serangan yang tidak dapat diterima. Titik.”

7. Israel rudal Suriah.

Israel melancarkan serangan rudal ke wilayah Homs, Suriah, pada hari Selasa malam. Kantor media Suriah, Sana, melaporkan bahwa serangan ini menewaskan dan melukai warga sipil, tanpa ada informasi pasti berapa jumlah korban yang tercatat.

Sana mengutip seorang pejabat militer yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa serangan itu merusak properti pribadi dan publik, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Jet-jet Israel dilaporkan menyerang kota dan pedesaan Suriah dari atas Laut Mediterania dekat kota pesisir Tripoli di Lebanon.

Stasiun radio Sham FM yang pro-pemerintah mengatakan daerah yang terkena dampak termasuk lingkungan kaya al-Malaab dan jalan Hamra. Dikatakan bahwa Israel juga ikut menyerang lahan pertanian di al-Waer, menyebabkan kebakaran namun tidak ada korban jiwa di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*