5 Death Flag Paling Jelas di Serial Anime, Ada Jujutsu Kaisen

5 Death Flag Paling Jelas di Serial Anime, Ada Jujutsu Kaisen

Kematian adalah salah satu elemen penting dalam cerita anime. Kematian karakter dapat membawa dampak emosional yang besar bagi penonton dan mendorong cerita ke arah yang baru. Namun, tidak semua kematian karakter diciptakan sama. Ada beberapa kematian yang terasa lebih dipaksakan atau tidak terduga daripada yang lain.Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa death flag paling jelas di anime. Death flag sendiri adalah suatu istilah yang digunakan jika karakter tertentu sudah sangat terasa atau terlihat akan mati di episode berikutnya. Tanda-tanda ini bisa berupa dialog, simbolisme, atau bahkan tindakan karakter itu sendiri. Penasaran? mari masuk masuk ke daftar yang pertama.

1. Genryusai Shigekuni Yamamoto kehabisan rencana saat melawan Yhwach    (Bleach)

Salah satu death flag paling jelas di anime adalah saat Genryusai Shigekuni Yamamoto, Kapten-Komandan Gotei 13, bertarung melawan Yhwach, pemimpin Quincy, di serial anime Bleach. Dalam pertarungan tersebut, Yamamoto menunjukkan tekadnya untuk melindungi Soul Society dan mengalahkan Yhwach.Namun, seiring berjalannya pertarungan, Yhwach mulai menunjukkan kekuatannya yang sebenarnya. Yamamoto, meskipun merupakan salah satu karakter terkuat di Bleach, mulai kewalahan. Pada satu titik, Yamamoto berkata, “Aku tidak bisa melakukan apapun lagi.” Kalimat ini menjadi death flag yang jelas bahwa Yamamoto akan segera mati.Benar saja, Yamamoto tidak mampu mengalahkan Yhwach dan terbunuh dalam pertarungan tersebut. Meskipun Yamamoto menunjukkan tekad yang kuat dengan menggunakan bankai untuk pertama kalinya di anime, upaya tersebut tetap tidak bisa mengalahkan Yhwach yang mengecohnya dengan tubuh palsu. Kematian Yamamoto menjadi salah satu momen paling penting dalam Bleach dan memiliki dampak besar pada cerita dan karakter lainnya.

2. Kokichi Muta/Mechamaru membuat kesepakatan dengan roh terkutuk (Jujutsu Kaisen)

Di serial anime Jujutsu Kaisen, Kokichi Muta, atau dikenal sebagai Mechamaru, adalah salah satu karakter yang memiliki death flag yang jelas. Mechamaru adalah seorang manipulator kutukan yang ingin menjadi lebih kuat dan sembuh dari penyakit yang ia punya.Dia membuat kesepakatan dengan kelompok roh terkutuk yang dipimpin Geto untuk mendapatkan kekuatan kutukan yang besar, demi menggapai tujuannya tersebut. Kesepakatan ini adalah death flag yang jelas karena dalam cerita, hampir semua karakter yang membuat kesepakatan dengan iblis selalu berakhir tragis.Dalam kesepakatan, Mechamaru harus menjadi mata-mata bagi Geto untuk menjalankan rencananya mengambil benda terkutuk dari sekolah Jujutsu. Pada akhirnya, setelah rencana Geto berhasil, Mechamaru pun dikhianati dan diserang oleh mereka. Kematian Mechamaru menjadi contoh bagaimana ambisi yang berlebihan dapat membawa seseorang ke pada kehancuran.

3. Twice menjadi penjahat yang simpatik dan rentan menjalin persahabatan (My Hero Academia)

Penjahat di anime Shonen umumnya memiliki plot armor yang tipis. Artinya, mereka mudah dibunuh atau ditangkap untuk memastikan kemenangan para pahlawan. Penjahat kecil di serial My Hero Academia seperti Mustard, Gentle Criminal, dan Moonfish, kemungkinan besar akan segera dikalahkan.Namun, untuk penjahat besar yang lebih kuat, seperti Tomura Shigaraki, situasinya berbeda. Shigaraki mungkin akan kalah pada akhirnya, tetapi kenyataannya dia sudah berkali-kali lolos dari penangkapan dan kekalahan.Di sisi lain, Twice, penjahat yang simpatik dan rentan di My Hero Academia, menunjukkan tanda-tanda kematian di musim berikutnya. Persahabatannya dengan Himiko Toga menunjukkan bahwa dia akan dikorbankan untuk menciptakan ambiguitas moral dalam cerita. Kematiannya pun digambarkan dengan jelas ketika Hawks, pahlawan terhebat nomor 2 pada saat itu mengakhiri riwayatnya.

4. Himeno terus berbicara tentang orang yang meninggal di tempat kerja (Chainsaw Man)

Sejak awal, seria anime Chainsaw Man yang brutal dan subversif dengan senang hati melukai atau mengakhiri hidup satu demi satu karakter yang ada, baik penjahat maupun pahlawan, dan tidak ada yang selamat. Karakter seperti Himeno dan Aki Hayakawa sering berkomentar tentang seberapa sering pemburu iblis terbunuh, menciptakan death flag lebih dari satu di banyak dialog yang mereka punya. Hal tersebut tentunya merupakan sesuatu yang jarang ada dalam kebanyakan serial anime.Death flag Himeno muncul dalam bentuk komentarnya yang terus-menerus tentang kematian dan bahaya yang ia temui dalam pekerjaannya sebagai pembunuh iblis. Tentu saja, anime seperti Chainsaw Man ini akan merobek hati penggemar dengan mengakhiri riwayat karakter tersebut, memungkinkan Himeno memenuhi ramalan transparannya tentang kematiannya sendiri. Sedih memang, namun tidak mengherankan ketika Himeno menyerahkan seluruh hidupnya kepada Iblis Hantu untuk melawan Manusia Katana dan Akane.

5. Portgas D Ace menjadi tumbal bagi perkembangan Luffy (One Piece)

Kebanyakan serial anime Shonen akan membunuh orang tua sang pahlawan untuk memberikan dampak emosional, namun terkadang, anime seperti One Piece akan mengambil jalur saudara sebagai gantinya. Protagonis Monkey D Luffy tidak pernah dalam posisi untuk memiliki orangtua yang meninggal secara tragis, sehingga tugas berat jatuh ke tangan saudara angkatnya, Portgas D Ace. Death flag tersebut diperkuat oleh fakta bahwa Ace tidak memiliki plot armor apa pun.Untuk sementara waktu, penggemar One Piece berharap Luffy bisa melakukan hal yang mustahil dan menyelamatkan Ace dari hadapan para pemimpin Angkatan Laut yang pada saat itu jauh lebih kuat. Sayangnya, laksamana Akainu memilih untuk serius melawan, hingga pada akhirnya ia melancarkan pukulan magma dahsyat ke arah Luffy yang membuat Ace tergerak untuk menjadi tameng hidup bagi adik angkatnya tersebut.Peristiwa kekalahan atau bahkan kematian dalam serial anime dapat menjadi pelajaran hidup yang berharga. Hal-hal tersebut dapat mengajari kita tentang nilai hidup, pentingnya persahabatan, dan kekuatan pengorbanan. Selain itu, kematian juga dapat mengingatkan kita bahwa hidup ini singkat dan kita harus memanfaatkannya sebaik mungkin. Kalau menurut kamu bagaimana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*